Dreaming in حلالا way. . .

Halaman

Cari Blog Ini

Apa sih artinya?

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2019

Dare to Dream: Pengalaman Mendaftar CPNS 2018 (Registrasi dan SKD) Part 1



Bismillah . Assalamualaykum wr wb. 

Alhamdulillah setelah sekian purnama tidak mengisi blog ini. Akhirnya saya datang dengan pengalaman baru yang semoga bisa bermanfaat buat teman-teman semua. Kali ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman mengikuti tes CPNS tahun 2018 sebagai ASN di kementerian pendidikan dan kebudayaan karena study background saya adalah S1-Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Sudah bisa ditebak kan? Ya, saya mendaftar pada formasi Guru Kelas Ahli Pertama.  Mungkin sistemnya juga hampir sama dengan formasi di bidang lain. Selamat membaca :D

Pembukaan formasi CPNS tahun 2018 sekitar dilaksanakan pada bulan September. Sepertinya untuk tahun ini akan dibuka di bulan yang sama. Tes CPNS menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test), dimana semua pelaksanaan berbasis komputer dan hasilnya akan langsung diketahui saat itu juga. Bagi saya lebih menguntungkan, karena kita tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk melingkari jawaban di LJK seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Sebelum mendaftar, kita perlu membuat akun terlebih dahulu kemudian mengupload Berkas-berkas yang diperlukan diantaranya :
1.               1.    KTP
2.      Ijazah dan Transkip Nilai yang telah dilegalisir
3.      Surat keterangan akreditasi dari BAN PT.
4.      Pas foto terbaru ukuran 4x6 cm sebanyak 4 lembar - latar belakang merah.
5.      Surat lamaran
(Mohon maaf jika ada kekurangan berkas, karena saya lupa  hehe)

Semua berkas itu discan kemudian diupload di akun sscn.bkn.g.oid, untuk cara detailnya silahkan buka website itu ya, insyaAllah sudah lengkap alurnya. Oh ya, hati-hati dalam mengupload persyaratannya, sebagai contoh: transkip nilai seperti apa yang dibutuhkan instansi? Jika teman-teman ada yang belum menerima transkip nilai asli, apakah boleh menggunakan transkip nilai pengganti terlebih dahulu? Pernah juga ada yang salah mengupload foto atau kesalahan menulis instansi di surat lamaran. Detail-detail seperti ini juga perlu diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap kelulusan administrasi. Kan sayang, jika sudah mempersiapkan sebaik mungkin, ternyata ada kesalahan yan menyebabkan gagal di seleksi administrasi . Biasanya tim BKN membuka FAQ (Frequently Asked Question) yang bisa kalian buka di sscn.bkn.go.id juga. Budayakan baca dulu sebelum bertanya ya. :D

Setelah registrasi dilakukan, kita akan memilih formasi atau instansi kerja yang kita tuju. Formasi ini disesuaikan dengan study background masing-masing pendaftar. CPNS 2018 membuka beberapa formasi dari bidang kesehatan, pendidikan, teknis, ekonomi, pertanian, dan masih banyak lagi. Jadi teman-teman harus update formasi yang sedang dibuka. Formasi pendidikan dan kesehatan membuka lowongan paling banyak di pemerintah pusat maupun daerah untuk tahun ini.

Kebetulan saya mendaftar formasi bidang pendidikan di pemerintah daerah. Ada hal menarik pada pembukaan CPNS tahun ini, kita bisa memantau jumlah pendaftar setiap formasi melalui website sscn.bkn.go.id. Jika tahun-tahun sebelumnya CPNS yang akan mendaftar akan ditempatkan sesuai keputusan pemerintah, kali ini pendaftar sendirilah yang memilih formasi dan unit kerja yang diinginkan. Lebih enak kan? Dengan kesempatan seperti itu, saya pun memilih unit kerja terdekat di kabupaten saya sendiri.

Dalam pemilihan formasi ada baiknya kita melihat peluang dan kuota yang tersedia. Hal ini akan mempengaruhi peluang lolos kita, contohnya ada 2 unit kerja yang kita tuju yaitu SD X dan SD Y. SD X memiliki pendaftar 10 dan SD Y memiliki pendaftar 2. Tentu kita lebih memilih SD Y bukan? Karena persaingannya hanya 1:2 . Namun, sesuai pengalaman kemarin, setelah mendaftar di website sscn, nama kita tidak otomatis terinput di dalam  unit kerja yang kita inginkan. Butuh waktu 2x24 jam untuk menambahkan kita sebagai kuota pendaftar di sana. Jadi jangan menunggu terlalu lama, bisa jadi SD Y sekarang baru 2 orang, mungkin 3 hari lagi sudah bertambah menjadi 15 orang, sedangkan SD X masih 10 orang karena sebelum nya sudah dianggap memiliki banyak pendaftar.

Tahap registrasi ini juga memegang peran penting, ada baiknya kita masuk ke dalam grup yang berisi calon pendaftar CPNS. Di sana pasti kita mengetahui siapa saja yang akan mendaftar masing-masing unit kerja secara garis besar. Tidak semua pendaftar bisa masuk gurp itu, karena hanya berisi teman-teman dalam  lingkaran kita saja. Namun setidaknya bisa memberikan gambaran pada unit kerja mana yang sebaiknya kita masuki. 

Oh ya, untuk pendaftaran bidang pendidikan khususnya guru, ada sedikit perbedaan. Pemerintah memberikan nilai tambah pada pendaftar yang memiliki sertifikat pendidik dengan memberikan nilai maksimal pada SKB (tes setelah SKD) dengan syarat harus lolos SKD terlebih dahulu. Dengan begitu, saya menyarankan untuk tidak mendaftar instansi yang memiliki pendaftar bersertifikat pendidik. Bagaimana cara mengetahuinya? Yah. kita harus aktif bertanya pada teman-teman kita yang sudah pernah menempuh jalur PPG. Kira-kira instansi apa yang mereka tuju? Walaupun sebenarnya bisa jadi dalam tahap SKD kita lebih unggul dan lolos ke tahap SKB, tapi kita juga perlu mempertimbangkan jalur amannya, hehe. 

Jika PNS menjadi sasaran utama kalian berkarir menjadi guru, ada baiknya menempuh jalur PPG dahulu untuk memperbesar peluang lolos. Jangan malu bertanya pada kakak tingkat atau teman-teman yang sudah berpengalaman ikut PPG ini. Apalagi kemarin beberapa teman saya, setelah lulus kuliah mereka langsung mendaftar PPG dan PNS sekaligus dan lulus dua-duanya pula, paket lengkap kan? :D Tapi semua itu tergantung pilihan masing-masing orang. 

Pertimbangan lain adalah jenis formasi yang akan dipilih. CPNS 2018 membuka  formasi umum dan formasi khusus. Formasi khusus terdiri dari formasi Cumlaude, Penyandang Disabilitas, Putera Puteri Terbaik Papua, dan Diaspora.




Masing-masing formasi memiliki passing grade atau skor minimal tes yang harus dipenuhi sebagai berikut :




Kebetulan pada tahun 2018 kemarin, saya memilih formasi Cumlaude dengan pertimbangan bahwa persyaratan passing grade lebih mudah. Walaupun kelihatannya TIU lebih tinggi dari TIU di formasi umum, namun selisih 5 poin itu hanyalah skor untuk satu soal, jadi tidak menjadi masalah. Selain itu, tingkat kesulitan soalnya juga tidak jauh berbeda dan TWK serta TKP tidak berlaku passing grade, sehingga selama tes kita hanya perlu fokus pada TIU. Namun bukan berarti mengabaikan yang lain, karena nilai komulatif tetap sama dengan formasi umum yaitu minimal 298. Oh ya, pendaftar cumlaude harus berasal dari program studi dan universitas berakreditasi "A", maka dari itu berkas akreditasi yang diupload juga harus sesuai. Jangan lupa untuk selalu update info tentang CPNS ini, karena sedikit informasi akan bermanfaat bagi kedepannya. Jangan malas bertanya pada orang-orang yang sudah lulus CPNS juga, kalian bisa baca lewat blog-blog mereka atau bertanya langsung. Tips-tips dari mereka juga penting untuk dipelajari. Pokoknya usaha dulu :D

Setelah menentukan formasi dan berhasil mendaftar kita akan menunggu beberapa minggu sebelum pengumuman administrasi. Setelah ada pengumuman lolos administrasi dan melihat nama kita terpampang di sana, kita perlu bernapas lega. Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan tes SKD. Pada dasarnya tes SKD berisi 3 materi pokok :

1.      1.     Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), materi yang berkaitan adalah :
a.       Pancasila
b.      Bhinneka Tunggal Ika
c.       UUD 1945
d.      Tata Negara
e.       Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah
f.       Sejarah Indonesia
g.      Bahasa Indonesia
h.      Pengetahuan dan Wawasan Umum

2.      2.          Tes Intelegensi Umum
a.       Kemampuan Verbal
b.      Kemampuan Numerik
c.       Kemampuan Berpikir logis

3.    3.            Tes Karakteristik Pribadi
         Oh ya, tahun 2018 TKPlah yang paling banyak membuat pendaftar tidak berhasil melampaui   
         passing grade. Passing grade 143 dinilai terlalu tinggi, semoga tahun ini bisa diturunkan ya. 
         

Mungkin materi TKP yang kemarin saya terapkan ini bisa membantu teman-teman. Pilih jawaban yang lanngsung do action bukan wacana. Contohnya kalau ada nenek kesulitan menyebrang jalan, sedangkan banyak orang yang mengabaikan, apa yang kita lakukan? Jawaban kita adalah segera membantu nenek menyebrang jalan, bukan jawaban seperti : Seharusnya orang-orang di sekitar menaruh empati kepada nenek. Yah, kayak2 gitu lah. Banyak soal yang lupa hehe


Untuk detail materinya bisa searching sendiri ya atau bisa beli buku-buku tes masuk PNS yang pasti sudah bisa didapatkan di toko-toko buku terdekat. Saya pakai buku ini kemarin. Cukup membantu siih, walau sebenarnya sumber belajarnya nggak hanya dari buku. Saya juga download aplikasi di playstore dan mendapat rangkuman materi dari berbagai social media, seperti grup whatsapp dan facebook. Bisa dibilang, kalau mengadalkan buku saja juga tidak cukup. Jadi intinya  update teruss yak :D



Tes SKD berjumlah 100  soal pilihan ganda dengan waktu pengerjaan 90 menit. Dengan waktu yang sebegitu singkatnya, baiknya teman-teman fokus mengerjakan soal dengan mengesampingkan pikiran lainnya terlebih dahulu. Agar kita dapat mengerjakan soal dengan efektif, kita harus terbiasa untuk terus melatih diri dalam pengerjaan soal-soal sejenis. Teman-teman bisa belajar melalui buku atau soal-soal yang tersebar di internet.  Soal-soal yang diujikan terdiri dari ribuan paket sehingga bisa dipastikan jenis soal antara teman-teman akan berbeda. Oh ya, tes CPNS biasanya dilakukan setelah tes sekolah kedinasan lainnya. Kemungkinan tipe soal akan sedikit mirip dengan tes masuk sekolah kedinasan itu. Jadi akan lebih baik teman-teman bertanya dengan adik-adik SMA/SMK yang telah mengikuti tes CAT di sekolah kedinasan.

Setelah mengetahui tips trik tadi, langkah penting berikutnya adalah BELAJAR. Kalian pasti punya tipe-tipe belajar yang berbeda, ada yang belajar 1 tahun sebelumnya, 5 bulan sebelumnya, atau bisa dengan 1 minggu sebelumnya. Walaupun begitu, kita harus tetap mengusahakan yang terbaik. Berhubung masih ada 5 bulan sebelum pendaftaran CPNS 2019, persiapkan sebaik mungkin mulai dari sekarang, ALLAH melihat usaha-usaha hambaNya kan? 

Karena terkadang rizqi itu terbuka bukan karena kepintaran kita saja atau kemampuan kita menjawab soal-soal dengan benar. Mungkin ALLAH akan membuka jalan rizqi karena melihat usaha-usaha kita dan doa orang-orang di sekitar kita. Maka dari itu, jangan lupa untuk berdoa, perbanyak sedekah, dan minta restu orang tua serta orang-orang terdekat kita. Setelah itu, barulah kita berpasrah atas segala hasil dan takdirNya.

Akhirnya sampai di sini postingan kali ini, semoga bermanfaat :D
Postingan pendaftaran CPNS akan menyusul setelah ini :D


Senin, 26 Maret 2018

Jembatan Mimpi itu bernama SEA-Teacher



“Jangan lupakan mimpi-mimpi konon mereka tidak benar-benar pergi”

Hai, namaku Ingrid Elvina, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang sekarang sedang berjuang menggarap tugas akhir untuk menyelesaikan studi S1 di Universitas Sebelas Maret. Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk mengikuti program SEA Teacher yang merupakan pertukaran mahasiswa bidang pendidikan di lingkup Asia Tenggara. Alhamdulillah, SEA Teacher menjadi salah satu jembatan mimpi saya untuk menginjakkan kaki ke luar negeri. Program ini berjalan selama 30 hari dan kebetulan saya ditempatkan di Filipina, tepatnya di West Visayas State University (WVSU) bertempat di Iloilo City, Filipina. SEA Teacher memberikan kesempatan bagi pesertanya untuk memiliki kesempatan mengajar di Negara lain sehingga kami mendapatkan banyak sekali pengetahuan, pengalaman, dan jaringan di negara tersebut, tepatnya di dunia pendidikan.
Saya tidak sendirian di sana, karena saya bertemu dengan teman-teman lain dari beberapa wilayah di Indonesia, mereka adalah Rosy dan Annely dari Universitas Negeri Lampung serta Fatimah dari Universitas Negeri Makassar. Saya dan teman-teman tinggal di salah satu boarding house yang terletak tak jauh dari kampus, hanya membutuhkan waktu 5 menit jika ingin pergi ke kampus dengan berjalan kaki.
Selama 30 hari ini, SEA Teacher memiliki beberapa jadwal yaitu minggu pertama untuk observasi di sekolah, minggu kedua untuk teaching assistant, minggu ketiga teaching practice dan minggu keempat sebagai evaluasi. Kali ini saya dan teman-teman mengajar di West Visayas State University Integrated Laboratory School, yang merupakan sekolah milik WVSU. Sekolah ini sudah cukup lengkap karena memiliki jenjang sekolah dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar, hingga Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Menurut saya, setiap kelas di sekolah ini memiliki fasilitas yang lengkap seperti ketersediaan LCD, papan tulis yang sangat panjang, media pembelajaran, air minum isi ulang, dan beberapa kipas angin di sudut-sudut ruangan.
Selama observasi, saya melihat banyak sekali hal-hal baru di sekolah. Hal yang paling mengejutkan adalah kefasihan anak-anak dalam berbahasa inggris. Pantas saja, ketika saya bertanya dengan salah satu dosen dan guru di sana, Filipina sangatlah akrab dengan budaya barat begitupun juga dengan bahasanya, sehingga tak heran anak usia TK pun sudah mahir berbahasa Inggris. Sekolah di WVSU Integrated Laboratory School dimulai dari pukul 07:00 sampai 16.30, sekolah ini menerapkan belajar seharian full, tetapi ada waktu istirahat selama satu jam pada siang hari, ya mungkin kalau di Indonesia bisa dikatakan full day school. Kebetulan saya mengajar Matematika di kelas 4, guru-guru di sini mengatakan bahwa mereka sangat ramai. Namun bagiku, tidak terlalu mengejutkan karena itulah anak-anak, selalu ceria dan terkadang hiperaktif, hehe. Sebenarnya yang mengejutkan adalah, rata-rata jumlah siswa dalam satu kelas mencapai lebih dari 40 bahkan 50. Fakta ini menjadi hal yang mendebarkan sekaligus menantang bagi saya untuk mengajar murid yang berjumlah 2x lipat dibanding sekolah di Indonesia.
Ketika saya sudah mulai mengajar, murid-murid di sini ternyata lebih mudah dikondisikan, karakternya baik, dan mudah sekali mengerti pelajaran walaupun mereka jarang sekali mencatat materi. Itulah sistem pendidikan yang saya kagumi di Filipina, mereka lebih menekankan pada aktivitas anak yang lebih suka bermain sambil belajar dan tanpa tekanan tugas ataupun PR yang terlalu berat. Selain itu, pengajaran guru juga didominasi pada penggunaan media pembelajaran seperti kertas karton, gambar-gambar, dan media konkret lainnya. Menurut guru pamong saya, mengajar dengan menuliskan materi di papan tulis akan membuat anak menjadi lebih bosan dan membuat pembelajaran tidak bermakna.  Selain itu, saya juga dihimbau untuk tidak terlalu banyak menjelaskan dan membiarkan murid-murid tersebut mencari sendiri materi yang diajarkan melalui pemberian aktivitas-aktivitas yang berorientasi pada siswa.
Maka dari itu, saya mengubah seluruh teknis mengajar yang biasa saya terapkan di Indonesia sesuai sistem di sekolah ini. Hal ini menjadi sebuah wawasan ilmu dan pengalaman yang berharga bagi saya.  Walaupun murid di sini sudah mahir berbahasa Inggris, tapi saya sering menemui kendala tentang kesalahpahaman bahasa selama berinteraksi dengan mereka, hal ini disebabkan perbedaan aksen bahasa Inggris antara Filipina dan Indonesia. Namun, hal itu bukanlah sebuah masalah yang besar, karena selama mengajar saya selalu didampingi oleh guru pamong dan mahasiswa yang praktik mengajar lainnya.
Selain berinteraksi dengan siswa, saya juga banyak berbincang dengan mahasiswa yang sedang melaksanakan praktik mengajar dari WVSU. Mereka juga sering membantu saya menyusun rencana pembelajaran dan pembuatan media untuk mengajar. Mereka sangat ramah dan baik hati, kami sering bertukar informasi tentang fakta-fakta antara Filipina dan Indonesia, serta berbagai masalah di dunia pendidikan antara dua negara tersebut.
Selain mengajar, peserta SEA Teacher juga berkesempatan menghadiri beberapa festival dan mengunjungi beberapa tempat wisata di Iloilo City, Filipina. Kami menghadiri Dinagiyang Festival di minggu pertama bersama koordinator dan beberapa dosen WVSU. Festival ini merupakan festival budaya sekaligus keagamaan di Iloilo dan menampilkan tarian-tarian yang ditarikan oleh puluhan orang. Setelah itu kami juga diajak menginap selama satu malam di salah satu rumah professor WVSU yang baik hati, bernama Mom Angie. Kami pun diajak ke Fishworld, Garinfarm dan beberapa wisata gereja tua. Di minggu ketiga kami diajak berwisata di pulau Guimaras seharian. Guimaras terletak di lain pulau dengan Iloilo dan harus ditempuh menggunakan perahu. Guimaras adalah pulau yang indah dan merupakan pulau penghasil mangga termanis se Filipina, sayang sekali mangga Guimaras belum berbuah ketika kami mengunjunginya. Kami sangat bahagia bisa menghabiskan waktu di tempat-tempat indah tersebut bersama orang-orang yang baik hati seperti mereka.
Pada akhirnya selama apapun pertemuan pasti akan berakhir dengan perpisahan. Walaupun tidak ada acara yang resmi dari WVSU sebagai acara penutup, tapi mereka memberikan kesempatan kepada kami untuk lebih dekat dengan murid-murid di kelas. Kami diberikan sebuah acara perpisahan di kelas bersama murid kelas 4. Mereka menampilkan beberapa tarian dan bernyanyi bersama, di akhir acara kami memberikan pidato singkat tentang kesan selama di WVSU. Selain itu, di luar pengetahuan dan pemberitahuan sebelumnya, saya diberi kejutan perpisahan juga oleh teman-teman sesama mahasiswa praktik mengajar di sana. Hal itu sungguh sebuah hal yang tak terduga hingga membuat saya menangis terharu. Sungguh, saya tidak akan melupakan pengalaman hidup di Filipina dan semua kenangan yang tumbuh di dalamnya.
Terima kasih kepada pihak UNS yang telah memberikan kesempatan bagi saya untuk mengikuti exchange programme ini. Terima kasih telah mewujudkan impian saja melalui program SEA Teacher ini. Semoga saya bisa mengaplikasikan ilmu yang saya dapatkan demi kemajuan pendidikan di Indonesia. Aamiin.


Rabu, 28 Februari 2018

Living in another Country as Muslim



 Assalamualaykum wr wb.

Alhamdulillah bertemu lagi, terima kasih sudah berkunjung di blog saya, hehe. Sesuai janji sebelumnya, kali ini saya akan membahas tentang kehidupan seorang muslim di luar negeri. Beberapa minggu yang lalu saya diberi kesempatan untuk merasakan tinggal di luar negeri selama satu bulan. Filipina menjadi negara yang saya tinggali kala itu. Tak pernah terbersit sedikitpun untuk menempatkan Filipina sebagai negara yang akan saya kunjungi sebelumnya, namun ternyata  takdir ALLAH berkata lain.
 
Kebetulan saya mengikuti exchange program dari universitas di bidang pendidikan, dari situlah saya mendapatkan banyak pengalaman bagaimana harus bersikap, bersosialisasi, dan tentunya menempatkan diri sebagai muslim di negara dengan mayoritas penduduk beragama non muslim. Bahkan sebagian besar mereka tidak terlalu mengetahui tentang agama Islam.
Pernah suatu hari, saya dan teman-teman ditanya, “Apakah seluruh orang Indonesia menggunakan penutup kepala (hijab) itu?” tentu kami menjawab “tidak” karena hijab ini hanya diperuntukkan bagi muslim atau orang yang beragama Islam dan mereka pun baru mengetahui saat itu. Di samping itu, masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain mulai dari,

 “Mengapa harus pakai hijab?”
“Kalau hijabnya dilepas memang kenapa?”

Kemudian pertanyaan berkembang menjadi,

“Mengapa harus beribadah setiap hari?”
“Apa itu sunnah?”

Ternyata beberapa dari mereka sempat mencari informasi tentang Islam di google, haha. Pertanyaan tak berhenti sampai di sana, tiba-tiba ada yang bertanya?

“Ingrid, apakah kamu punya pacar? Apakah diperbolehkan pacaran dalam Islam?” *Duuh*
“Mengapa laki-laki boleh memiliki istri sebanyak 4 orang? Apakah mereka tidak setia?”

Nah, kalau seperti ini bagaimana menjelaskannya ya, hehe. Mana harus menyusun kata-kata pakai bahasa Inggris lagi, hehe. Namun dari sanalah celah dakwah terbuka. Alhamdulillah dengan seizin ALLAH aku bisa mengenalkan agama Islam kepada mereka.

Selanjutnya tentang Salat. Pasti banyak yang bertanya bagaimana caranya bisa sholat di negara dengan mayoritas penduduk non muslim dan mau sholat dimana? Dibolehin sholat nggak? Serta banyak pertanyaan lainnya.
Pertama kali jadwal mengajar dikeluarkan, kami harus pergi ke kampus tepat waktu. Jam sekolah dimulai dari jam 07.00 hingga 17.00, padat sekali. Untuk salat Shubuh, Maghrib, dan Isya, aman, karena kita bisa sholat di asrama. Tapi bagaimana tentang sholat Dzuhur dan Ashar?
Alhamdulillah, Allah menunjukkan kemudahannya, jam istirahat dimulai dari pukul 12.00 sampai dengan 13.00, jadi waktu itu sangat pas untuk melaksanakan Sholat Dzuhur. Di minggu-minggu pertama aku harus kembali ke asrama untuk Sholat, namun lama kelamaan lelah juga karena kampus dan asrama harus ditempuh selama 10 menit dengan berjalan kaki. Jadi minggu-minggu berikutnya aku memutuskan untuk sholat di kelas. Hemm, sebuah keputusan yang berat, aku khawatir akan banyak orang mengawasi cara beribadah kami yang teramat berbeda-beda dan menimbulkan prasangka-prasangka. Namun ternyata kekhawatiran itu sirna, orang-orang di sini memberikan toleransi yang besar kepada kami. Kami diperbolehkan untuk sholat dimana pun. Pertama kali, aku melaksanakan sholat di kelas. Waktu itu kondisi sedang ramai-ramainya, ada yang bercengkerama, ada yang memainkan musik, dan tertawa riuh. Ketika aku ijin untuk sholat di kelas, mereka langsung mematikan lagu dan music, serta melirihkan suaranya. MasyaAllah aku sangat terharu kala itu, walaupun ada sebagian teman yang heran dan terlihat penasaran dengan cara kami Sholat waktu itu hehe, tapi tak mengapa yang penting kami tidak meninggalkan kewajiban ibadah ini.

Selain kelas, tempat favorit adalah di kantor dekan karena tempatnya sunyi, bersih, dan sejuk, hehe. Alhamdulillah, dekan dan para stafnya mengijinkan kami untuk beribadah di sana. Namun, lama kelamaan juga tidak enak hati, takutnya mengganggu pekerjaan, jadi  kami memilih tempat lain. Karena kampus ini tidak memiliki prayer room atau Mushola jadi kami bisa solat berpindah-pindah tempat sesuai tempat kerja kami kala itu.

Selain sholat, kami juga selektif tentang makanan di sini. Kami menjelaskan kepada mereka bahwa Muslim hanya boleh makan makanan halal, jadi kami dilarang makan babi/pork, minum alcohol, makan makanan yang menjijikkan, dan makanan haram lain. Alhamdulillah mereka mengerti, jadi ketika teman-teman ataupun dosen ingin makan malam bersama kami, pasti mereka memilih tempat makan yang tidak menjual babi di sana. hampir setiap kali makan malam/ siang, menu favorit kami adalah ayam, hahaha.
Selain itu, ketika berbelanja, hal yang paling utama selain melihat harga adalah melihat kode halal di dalamnya. Jadi sudah dipastikan bahwa rentang waktu belanja kami sangat lama karena harus sangat selektif, terkecoh sedikit pasti berbahaya.

Hal lainnya adalah tentang hijab

Hijab menjadi bahan pertanyaan yang paling sering muncul ketika kami menginjakkan kaki di Negara ini. Bagaimana tidak? Sebagian besar dari mereka bertanya “Apakah kamu tidak kepanasan menggunakan kain itu di tengah terik matahari yan menyengat?”

Dan kami jawab, “tidak”

Kami juga menjelaskan bahwa kami harus menutup rambut dan seluruh bagian kepala kecuali muka dari laki-laki dewasa selain saudara, keluarga, dan juga suami. Mendengar alasan tersebut, mereka terlihat tertarik, kemudian muncul pertanyaan lagi. “Apakah ada arti cara penggunaan jilbab itu?” pertanyaan ini muncul saat style jilbab kita yang berbeda satu sama lain, untuk yang satu ini akan lebih mudah menjawab “Tidak, ini hanya style.” Kemudian mereka langsung tertawa, haha.

Selain itu, ada beberapa teman di sana yang tertarik untuk mencoba menggunakan hijab, reaksi pertama yang muncul yaitu mereka terlihat amat gerah. Pantas saja, karena mereka tidak terbiasa menggunakannya, mereka kagum dengan cara kami bertahan menggunakan pakaian yang serba panjang dan tertutup di cuaca yang panas ini. Kita langsung menjelaskan bahwa pakaian ini membuat kita berlindung dari sengatan matahari secara langsung.

Oh ya, di hari terakhir, kami berkesempatan untuk mengunjungi sebuah masjid. Sulit sekali menemukan masjid di Filipina. Masjid ini bernama Pioneer Mosque, didirikan oleh orang Filipina beragama Islam yang datang dari pulau Mindanao (pulau terbesar di Filipina), memang kebanyakan masyarakat Mindanao adalah Muslim. Di majid ini kami bertemu dengan keluarga Islam yang sudah lama menetap di Ilo-ilo, rasanya senang dan haru. Setelah berhari-hari tidak datang ke masjid, akhirnya kami bisa bercengkerama dan bertemu dengan saudara-saudara kami. Ketika saya bertanya kepada mereka, “Apakah ada kesulitan menjadi seorang Muslim di Filipina.” Mereka menjawab, “tidak”

Memang benar, Filipina adalah Negara yang memiliki toleransi yang tinggi antar penduduknya. Di luar ekspektasi saya sebelumnya yang mengira bahwa akan sulit menjadi muslim di Negara ini, ternyata semua itu salah. Masyarakatnya ramah, pekerja keras, dan murah senyum. Walaupun pada awalnya masyarakat di sana melihat kami dengan tatapan aneh dan asing karena memakai baju serba tertutup, namun lama kelamaan mereka terbiasa juga. Dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa orang lain tidak menilai diri kita dari cara berpakaian maupun agama yang kita anut, namun mereka melihat perilaku dan sikap kita di kehidupan sehari-hari.

Jadi tidak usah ragu untuk melakukan perjalanan hingga ke luar ngeri, ALLAH tidak mungkin membiarkan hamba yang selalu taat kepadaNya berada dalam kesusahan. Kita masih bisa menjaga identitas kita sebagai muslim meskipun di luar negeri. Biarkan orang lain mengenal keindahan Islam sebagaimana perintah ALLAH kepada kita untuk senantiasa berdakwah dan menebar kebaikan untuk sesama.

Bismillah. Semangat berdakwah ya!!




Belajara bahasa bersama :)
 
 Tempat Sholat favorit di Lounge :)