Dreaming in حلالا way. . .

Halaman

Cari Blog Ini

Apa sih artinya?

Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 April 2019

Jalanan Kota



Saat kau bingung memilih makan siangmu, ingin makan McD, steak, atau makanan yang sedang hits saat ini, coba perhatikan orang2 di jalanan itu. Apakah mereka sempat memikirkan kebimbangan berlebihan saat memilih makanan sepertimu? Bisa makan 3 kali sehari dengan nasi saja sudah bersyukur, apalagi makanan mewah seperti versimu. Coba sesekali bungkuskan makanan untuk mereka, agar mereka juga bisa merasakan kenikmatan makanan enak itu. Sesekali saja, tidak akan menghabiskan seluruh isi dompetmu, kan?

Saat kamu bingung ingin membeli baju model A atau B dan baju merek A atau B hingga mampu menghabiskan waktu berjam-jam di Mall demi sebuah penampilan, coba perhatikan anak-anak di jalanan itu. Sempatkah mereka memikirkan hal serupa? Bisa jadi baju mereka tidak lebih dari lima, mereka cuci setiap hari kemudian dipakai lagi keesokan harinya. Daripada bajumu semakin menumpuk karena tidak terpakai, coba sesekali berikan baju untuk anak-anak itu. Meskipun bukan baju merk ternama dan  jumlahnya tidak banyak, hal itu sudah cukup menghibur hati mereka. Kamu tau, bagaimana ekspresi bahagia anak-anak saat dibelikan baju baru? Saking senangnya, mereka sampai berlonjak-lonjak tanpa henti. Kalau kamu, apakah juga sesenang itu saat membeli baju baru?

Saat kamu dengan mudahnya membeli kebutuhan sehari-hari di Mall-mall ternama, dengan mudahnya kamu membayar dengan harga yang melangit. Kamu sadar bahwa membeli barang di Mall itu memang tidak bisa ditawar. Tetapi saat membeli kebutuhan di pasar atau warung-warung pinggir jalan, kamu menawar dengan teganya. Cobalah sedikit mengerti, harga barang-barang itu bahkan jauh lebih murah dibanding daftar belanja dari Mall elit itu. Sesekali, tidak perlulah ditawar, hitung-hitung memberi sedekah dan membantu orang lain. Berpikirlah sejenak, mungkin hidup pedagang-pedagang kecil itu juga tidaklah mudah. Mereka bekerja sangat keras demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Kalau kamu sedang berjalan-jalan dan tiba-tiba menemukan pedagang yang bersusah payah menjual dagangannya, sesekali belilah ya, walau sebenarnya kamu tidak terlalu membutuhkan. Apa salahnya membantu orang lain? Hitung-hitung sedekah, sedikit uang yang kau keluarkan demi mereka tidak serta merta menghabiskan seluruh hartamu, kan?

Saat kamu jenuh dengan kehidupanmu yang berkecukupan itu, merasa hidup membosankan, tidak asik, atau selalu kurang. Coba pergilah ke jalanan kota, kamu akan menemui banyak pelajaran hidup yang tak terduga-duga. Kamu akan bertemu dengan orang-orang yang hidupnya amat keras, tapi mereka masih bisa tersenyum dan bersemangat.

Cobalah memilih jalanan kota untuk melepas penat, tidak hanya ke tempat wisata, pantai, dan tempat hiburan lainnya. Cobalah sedikit merasakan getirnya perjuangan hidup orang-orang di sekitarmu, berilah sedikit perhatianmu untuk mereka. Kamu tau, mengapa orang-orang itu tidak bisa seberuntung hidupmu? Selain karena ALLAH sudah memilih manusia-manusia tangguh itu. Mungkin juga ada hak mereka yang tersimpan di hartamu, tapi ternyata belum kamu keluarkan.

Yuk sedekah.

Jumat, 14 Desember 2018

Kehilangan Sosok



                  Hidup adalah tentang berpindah, begitu kata orang. Hari ini aku merasakan kejadian yang hampir dirasakan banyak orang di muka bumi.

                “Kehilangan”

                Hampir setiap orang pernah merasakan dan mengalami pahitnya kehilangan. Bagaimana tidak? Dirimu yang semula merasa sepi, sunyi, bahkan ingin pergi. Tetiba, bagai keajaiban yang turun tak disangka, datanglah sosok yang mampu menjadikan harimu hidup kembali.

                Rasanya kau ingin melihatnya setiap hari. Seolah-olah hanya dengan melihat matanya saja, kekuatan dan gairah hidup selalu berkobar di dalam jiwa. Sosok yang kamu harap akan menjadi semangat diri itu akan selalu ada dan menetap. Namun nyatanya kau lupa, bahwa tidak ada yang benar-benar menetap. Akhirnya kau mendapati bahwa dia tidak bisa tinggal lama-lama di sana. Dia harus pergi.

               Yah, setiap orang yang datang bisa jadi ujian dan hikmah bagi orang lain, tergantung bagaimana kita menanggapinya. Mungkin ia bisa menjadi hikmah, ketika sosok itu mampu mendatangkan begitu banyak kebaikan, inspirasi, dan cerminan dari sebuah perilaku yang patut dicontoh. Hingga membuat orang-orang di sekililingnya sontak dituntun ke arah cahaya kebaikan  

                Namun, manusia tetaplah manusia. Tidak ada yang sempurna. Sewaktu-waktu, ia berubah menjadi ujian saat sosok itu menampakkan sisi keburukan -di beberapa kesempatan- yang tidak bisa kamu tolerir. Namun bukan itu yang perlu diperhatikan. Kau harus fokus terhadap sisi baiknya. Kau harusnya menjadikannya pembelajaran hidup, sebuah pembelajaran untuk bertumbuh lebih baik, bukan malah menilai/menghakimi.

                Hingga sejak saat itu, kau bingung dan linglung. Apakah kedatangannya benar-benar memberikan dampak bagimu? Ataukah kau hanya terpukau dengan raganya? Kau lupa bahwa semestinya sikap dan pelajaran hidupnya lah yang mesti kau ambil. Hingga akhirnya kau tersadar, bahwa matamu sudah dibutakan oleh jalan dan niat yang salah.

Coba perbaiki niatmu. Tanyakan lagi kepada hati nuranimu?
Apa yang kau rasakan saat ini, kau kehilangan sosoknya atau raganya?
Kau menangis karena kehilangan panutan atau kau hanya berdalih saja, ternyata kau takut  menahan badai kerinduan yang fana.

Sukoharjo, 13122018

Minggu, 25 Februari 2018

Dare to Dream



Bismillahirrohmanirrohim.
Assalamualaykum wr wb. 

Alhamdulillahirobbil ‘alamiin masih diberi kesempatan untuk menulis kembali dan mengisi postingan blog yang sudah lama tidak terurus. Insyallah postingan kali ini menjadi salah satu postingan yang paling berkesan di antara banyak pengalaman hidupku. 

Sebenarnya bingung mau mulai darimana, Alhamdulillah bulan kemarin menjadi bulan yang indah bagiku dan teman-teman di beberapa prodi di FKIP. Salah satu impianku untuk pergi ke luar negeri terwujud, sungguhMaha Besar ALLAH. Tentunya tanpa pertolongan ALLAH, doa orang tua, dan teman-teman, aku tidak akan pernah mengenggam salah satu impian yang mungkin dianggap mustahil itu. 

Keinginan untuk ke luar negeri sebenarnya sudah muncul dari semester 3 dan Alhamdulillah baru terwujud di semester 8 haha, namun tak mengapa tentu ALLAH memberikan takdir ini pada waktu yang tepat. Sebelumnya, aku melewati banyak sekali kegalauan dan kebimbangan tentang impianku yang satu ini, terhitung perjalanan selama 5 semester menjadi saksi kegagalanku yang bertubi. Tetapi aku hanya memasrahkan segala keputusan dan hidupku kepada ALLAH semata. Hingga di akhir semester 6 menuju semester 7, aku berdoa lebih tekun dari biasanya. Aku juga tak mengerti mengapa aku begitu ingin menginjakkan kaki di Negara lain, ditambah waktuku sebagai mahasiswa yang sudah mulai berkurang. Semester 7 adalah semester terakhir bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah sebelum menuju masa-masa skrispi. 

Pada waktu itu aku berpikir, mana mungkin aku memiliki kesempatan untuk pergi ke luar ngeri pada waktu genting seperti ini, saat tugas, PPL, ujian, dan proposal menumpuk menjadi kesibukan sehari-hari. Mana mungkin juga aku memiliki keinginan pergi ke luar negeri sebelum lulus sekaligus berkeinginan untuk lulus cepat? Bagaimana bisa kedua hal itu terwujud? Namun, lagi-lagi ALLAH menunjukkan kemudahannya, semester 7 memaksaku untuk bekerja lebih giat, mengerjakan skripsi di tengah-tengah kepadatan PPL dan tugas kuliah. Nikmat ALLAH lagi-lagi datang saat aku diumumkan menjadi salah satu peserta yang lolos mengikuti SEA TEACHER salah satu program pertukaran mahasiswa pendidikan untuk merasakan pengalaman mengajar di Negara lain dalam lingkup ASEAN. Untuk yang ingin tahu lebih kegiatankudi sana bisa akses diblog (ingridesu96.wordpress.com) Masyaallah, aku tak bisa menahan rasa senangku kala itu, sungguh aku percaya bahwa jika kita melibatkan ALLAH di setiap urusan, kesibukan, dan impian kita, tak ada kata mustahil.

Setelah pengumuman, tentu saja aku dan teman-teman mempersiapkan segala perlengkapan sebelum keberangkatan. Selalu ada hal yang dikorbankan jika kita akan memperjuangkan hal lain, ya aku percaya itu. Mau tidak mau, aku harus menunda pengerjaan skripsiku selama satu bulan exchange ke Filipina. Namun, hal itu sudah menjadi konsekuensi atas pilihan ini, toh ini merupakan kesempatan yang tidak akan datang lagi mengingat beberapa bulan lagi aku sudah melepas status sebagai mahasiswa. Selain itu, skripsi juga bisa dikerjakan dan harus dikerjakan setiap hari, kalau exchange tidak semua orang mendapatkan kesempatannya. Tentu saja sudah jelas pilihannya kan?

Jangan lupakan mimpi-mimpi, konon mereka tidak benar-benar pergi

Aku suka kata-kata ini, hampir saja aku memupus keinginan dan impianku untuk terbang ke luar negeri hanya karena ketidakmungkinanan dan prasangka-prasangka yang aku ciptakan sendiri, namun jika ALLAH menghendaki tentu saja tidak ada yang mustahil. Sungguh ALLAH maha baik kepada para hambaNya.

Bukan aku yang mampu tapi ALLAH lah yang memampukan dan bukan aku yang hebat tapi ALLAH lah yang menghebatkan

Alhamdulillah ketika pulang, kami diberi kesempatan untuk mampir di Malaysia dan mengunjungi beberapa tempat yang menjadi impianku sebelumnya, seperti petronas dan KL Tower. Walaupun KL Tower hanya terlihat dari kejauhan, tapi tidak masalah, karena aku dan teman-teman bisa mengabadikan momen-momen di menara Petronas. Masyaallah, berasa mimpi, hehe

Oh ya, kemarin ada adik-adik yang tanya tips dan triknya. Rasanya, aku masih belum pantas untuk membagi tips-trik tersebut, mengingat pencapaianku yang belum seberapa dan belum layak dijadikan inspirasi. Bagi adik-adik yang pengen merasakan exchange, silahkan cari informasi-informasi di social media. Kalian akan menemukan banyak sekali program exchange student bagi mahasiswa. Setelah itu, pahami persyaratannya, salah satu persyaratan yang menjadi momok adalah bahasa inggris. Ya, hampir semua syarat exchange student adalah memahami dan bisa berkomunikasi bahasa inggris dengan baik dan benar. Itulah yang menjadi hambatanku selama ini juga, hehe. Namun, jangan putus semangat, aku juga nggak terlalu bisa bahasa inggris lho, ya Cuma sedikit-sedikit, itupun nggak lancer. Jadi PD aja, kalau nunggu lancar bahasa inggris baru mau daftar exchange, kapan daftarnya? Pokoknya dicoba dulu. Tips lainnya yang tak kalah penting adalah cukup percaya dengan ketetapan ALLAH, bermimpilah namun jangan lupa berusaha dan berdoa, serta minta orang tua untuk merestui dan mendoakan mimpi-mimpi kalian. Jangan terlalu ambisius dan berharap, tugas kita hanya berusaha dan berdoa, untuk hasil bukanlah ranah kita lagi, ALLAH lah yang menentukan. Insyaallah apapun hasilnya, itulah yang menjadi berkah untuk kita. Toh keberhasilan kita bukan menjadi tanda bahwa kita menjadi orang paling beruntung, namun ridho ALLAH lah yang lebih kita harapkan. Jadi jangan mengukur kesuksesan dengan pencapaian dunia saja, karena ingatlah dunia hanya setetes air di lautan yang luas. 

Oh ya, pencapaian kita janganlah menjadi penghalang keimanan, tentunya harus menjadi penambah keimanan kita di sepanjang waktu. Apalah arti pencapaian dunia jika tidak membuat kita semakin mendekat kepadaNya. Hal itu juga berlaku dimanapun berada, termasuk di Negara orang. Filipina bukanlah Negara dengan penduduk mayoritas muslim, jadi sudah kebayang bagaimana kami bisa beradaptasi dengan kultur budaya dan agama yang berbeda kan? Emm, banyak sekali cerita yang mengesankan dan mengharukan di Negara tersebut, Insyaallah akan diposting pada kesempatan berikutnya. 

Terima kasih sudah membaca, semoga menginspirasi dan bermanfaat. Akhirnya.

Work Hard in the silence. Let’s success make the noise
 Do it! For the sake of ALLAH. 

















Minggu, 30 Juli 2017

KKN UNS 2017 - PART 1





PART 1
Apa yang ada di benak mu pertama kali mendengar kata KKN? Pasti pikiran mu langsung menerawang ke segala arah, mengira-ngira kehidupan di salah satu pelosok pulau ataupun negeri. Begitu pun dengan ku, ketika kita harus menempuh kewajiban menapaki KKN sebagai salah satu sks dalam kuliah di semester ini. Sejujurnya, aku sedikit panik kala itu. Aku langsung bergidik saat membayangkan hidup selama 45 hari di salah satu daerah terpencil dengan kondisi yang sama sekali jauh berbeda dari kota. Pantas saja, aku memang belum pernah tinggal di tempat selain rumah, sehingga kekhawatiran sedikit menghantuiku, walaupun sedikit berlebihan sih.

Kala itu, aku langsung punya tekad besar untuk belajar masak, haha. Ya, aku sudah mengira bahwa KKN adalah masa-masa dimana kita harus memasak sendiri, tidak mungkin kan jika setiap hari harus membeli makanan di warung layaknya di kampus. Alasan lain adalah mungkin aku khawatir jika saja teman-temanku mahir memasak, sedangkan aku belum terlalu bisa hehe, setidaknya aku tidak ingin menjadi wanita yang hanya merepotkan saja, wkwkw

Masa-masa pemilihan daerah KKN adalah masa-masa dramatis menurutku. Coba bayangkan, kita harus begadang sampai pukul 1 dini hari, karena pembukaan pendaftarannya adalah jam tersebut. Telat sedikit saja, mungkin kita akan dapat daerah pelosok hehe. Namun ternyata, pembukaannya diundur pukul 8 pagi. Aku dan teman-teman mendadak kecewa kala itu, haaha, lucu juga kalau diingat-ingat.

Pagi harinya, kami melanjutkan perjuangan untuk langsung online di depan laptop, bahkan beberapa temanku ada yang berangkat pagi untuk dapat mengakses wifi supaya sinyalnya stabil saat mengakses pendaftaran. Hingga akhirnya pukul 8 pagi tiba, namun ternyata semuanya di luar ekspetasi kita, jaringan langsung error, haha. Aku sudah menduga sih, pasti gara-gara banyak mahasiswa yang mengakses secara bersamaan. Dan aku pun harus menelan kekecewaan lagi, beberapa temanku ada yang masih teguh menunggu jaringan yang loadingnya keterlaluan tersebut, tapi tidak untukku. Aku memilih menunggu jaringan stabil pada siang hari dengan konsekuensi mendapatkan daerah pelosok semakin besar.

Siang harinya. Aku mencoba mengakses jaringan kembali dan ternyata jaringan sudah pulih sesuai tebakanku. Namun sayang, beberapa daerah terdekat sudah terpenuhi kuotanya, tinggal daerah-daerah yang agak jauh. Aku pun segera memilih daerah yang masih sedikit bisa dijangkau. Boyolali. Pertimbangannya karena aku sudah sedikit mengetahui daerah tersebut serta jaraknya yang tidak terlalu jauh dari rumah, sekitar 1,5 jam saja. Setidaknya aku sedikit bersyukur dan merasa lebih tenang kala itu.



Selasa, 04 Juli 2017

TULISAN



Memilah apa yang layak kita tulis. Semenjak beberapa hari lalu, saya baru sadar, apa yang kita tulis ternyata sangat mempengaruhi banyak hal dalam kehidupan. Betapa besar pengaruh sebuah tulisan bagi para pembaca yang mungkin sebelumnya sudah mengikuti tulisan kita. Seperti halnya para penggemar buku dari penulis-penulis terkenal dunia ini. Tanpa sadar, tulisan-tulisan itulah yang akan mempengaruhi jiwa dan kepribadian para pembaca.
Beberapa hari yang lalu ketika saya berkunjung di salah satu toko buku kota, saya melihat seorang penulis yang tidak diragukan lagi kualitas dan keindahan tulisan di dalam buku-bukunya. Saya juga sangat mengagumi penulis itu dalam merangkai kata demi kata menjadi tulisan yang apik hingga menyentuh rasa ketika dibaca. Tak pelak, banyak sekali pengunjung yang memadati acara meet and greet tersebut. Hal ini menunjukkan betapa seorang penulis memiliki pengaruh yang besar untuk menyebarkan pemikirannya kepada para pembaca yang sudah bertahun-tahun mengikuti tulisannya. Hingga sampailah saya pada suatu kesimpulan bahwa, pikiran yang kita tuangkan dalam tulisan itulah yang hendaknya diluruskan.
Mungkin sebagian dari kita kita sibuk menulis beberapa cerita yang dibumbui kisah cinta remaja penuh romantisme dan angan-angan kosong tentang kekasih pujaan hati dan cinta bertepuk sebelah tangan.-begitu pun dengan saya dahulu-. Rasanya tema cinta menjadi salah satu topik tulisan yang tak lekang oleh jaman. Benar saja, berdasarkan pengalaman saya saat membaca dan menulis beberapa tulisan, akan lebih mudah menuangkan perasaan dalam tulisan kita, menjadi sebuah rangkaian kalimat yang indah dan menyentuh jiwa, seperti gombalan-gombalan cinta yang mungkin sudah umum kita dengar selama ini ya. Namun tak sedikit yang sibuk mengisi ceritanya dengan perjuangan memperjuangkan kehidupannya baik dalam urusan karir, pendidikan, dan lain-lain
Mungkin kita tak menyadari dampaknya secara langsung saat ini juga. Tetapi, seiring berjalannya waktu, Ketika Saat ini kita sedang menulis cerita. Anak-anak dan murid-murid kita kelak mungkin akan bertanya tentang semua itu. Mungkin, kelak kita akan sibuk memilah mana cerita yang akan kita sampaikan. Mungkin kita pula tidak bisa menceritakannya karena tidak ada cerita yang menarik dan bijak, sehingga kita terpaksa membuat cerita karangan. Mungkin kita akan tersenyum antusias dan menanyakan kembali kepada anak-anak kita, cerita mana yang ingin mereka dengar.
Saat ini kita sedang menulis seluruh jenis cerita dan tulisan. Cerita itu sedang berjalan sehinga bisa menjadi pembelajaran bagi anak-anak dan mungkin murid-murid kita kelak. Kita harus menjadi lebih bijaksana dengan apa yang kita ucap dan tulis. Karena merekalah yang berhak mendapatkan pembelajaran hidup yang benar tanpa mengulangi kesalahan yang sama.
Sehingga, lambat laun saya mulai menyadari pasca hijrah ini, bahwa proses hijrah tidak hanya menyangkut perubahan pakaian dan perilaku saja. Namun, hijrah juga tentang bagaimana kita menghasilkan karya yang bermanfaat, karya yang lahir dari pikiran-pikiran yang jernih dan tidak haram tentunya. Begitu pun dengan tulisan, akan sangat disayangkan jika tulisan kita pun tidak ikut berhijrah sebagaimana niat penulisnya.
Dan sekarang saya baru sadar, betapa pentingnya memilah apa yang layak kita tulis. Tak lain dan tak pelak adalah untuk menghindari pemaknaan buruk dari pembaca kita. Tujuan lain adalah agar kita bukan termasuk orang yang menyampaikan tulisan-tulisan yang tak berfaedah. Jangan sampai orang lain terpengaruh konten tulisan yang sebenarnya tidak baik namun terkesan menarik dan melenakan perasaan karena keindahan majas dan diksinya. Jadikan tulisan kita tulisan yang bermanfaat, tulisan yang mengandung nilai-nilai moral dan pesan kebaikan.
Semangat menulis yaa J